Feeds RSS

Minggu, 26 Januari 2014

Komunikasi dalam Mankep


BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A.      Manajemen Keperawatan
1.      Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain. Menurut P. Siagian, manajemen berfungsi untuk melakukan semua kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas – batas yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie mengatakan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya
Suatu pendekatan yang dinamis dan proakif  dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi
Mencakup kegiatan planning, organizing, actuating, controlling (POAC) terhadap staff, sarana, prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant dan Massey, 1999)
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. (James A.F. Stoner)
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus. (Mary Parker Follet)




2.      Fungsi Manajemen

G.R Terry
L.Gulick
S.P. Siagian
H.Fayol
Planning
Organizing
Actualing
Controlling

Planning
Organizing
Staffing
Directing
Coordinating
Reporting
Budgeting
Planning
Organizing
Motivating
Controlling
Planning

Organizing
Commanding
Coordinating
Controlling

Secara ringkas fungsi manajemen adalah sebagai berikut :
a.      Perenacanaan (planning), perncanaan merupakan :
1)      Gambaran apa yang akan dicapaai
2)      Persiapan pencapaian tujuan
3)      Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
4)      Persiapan tindakan – tindakan
5)      Rumusan tujuan tidak harus tertulis dapat hanya dalam benak saja
6)       Tiap – tiap organisasi perlu perencanaan
b.      Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan menentukan apa tugas pekerjaannya, macam, jenis, unit kerja, alat – alat, keuangan dan fasilitas.
c.       Penggerak (actuating), menggerakkan orang – orang agar mau / suka bekerja. Ciptakan suasana bekerja bukan hanya karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri, termotivasi secara interval
d.      Pengendalian / pengawasan (controling), merupakan fungsi pengawasan agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang – orangnya, cara dan waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki.
e.      Penilaian (evaluasi), merupakan proses pengukuran dan perbandingan hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai. Hakekat penilaian merupakan fase tertentu setelah selesai kegiatan, sebelum, sebagai korektif dan pengobatan ditujukan pada fungsi organik administrasi dan manajemen.
3.      Prinsip Manajemen
a.      Pembagian Kerja (Division of Labour)
b.      Otoritas atau wewenang (Authority)
c.       Disiplin
d.      Kesatuan Perintah
e.      Kesatuan Arah
f.        Mengutamakan Kepentingan bersama diatas kepentingan Pribadi
g.      Pemberian Upah (Remuneration)
h.      Pemusatan
i.        Jenjang jabatan
j.        Tata tertib (order)
k.       Kesamaan (equity)
l.        Kestabilan Staff
m.    Inisiatif
n.      Semangat Corps
4.      Pengertian Manajemen keperawatan
Suatu proses bekerja melalui anggota staff keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan  secara profesional
Terdiri atas pengumpulan data, identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil.
Manajer keperawatan dituntut untuk merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang seefektif dan seefisien mungkin bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
5.      Proses Manajemen Keperawatan
Proses manajemen keperawatan sesuai dengan pendekatan sistem terbuka dimana masing – masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Karena merupakan suatu sistem maka akan terdiri dari lima elemen yaitu input, proses, output, kontrol dan mekanisme umpan balik.
Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses dalam manajemen keperawatan adalah kelompok manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Output adalah asuhan keperawatan, pengembangan staf dan riset.
Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk budget dari bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar dan akreditasi. Mekanisme timbal balik berupa laporan finansial, audit keperawatan, survey kendali mutu dan penampilan kerja perawat.
6.      Prinsip-Prinsip yang Mendasari Manajemen Keperawatan
Prinsip – prinsip yang mendasari manajemen keperawatan adalah :
a.      Manajemen keperawatan seyogyanya berlandaskan perencanaan karena melalui fungsi perencanaan, pimpinan dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
b.      Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif. Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
c.       Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan di berbergai tingkat manajerial.
d.      Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, fikir, yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan poin utama dari seluruh tujuan keperawatan.
e.      Manajemen keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
f.        Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan.
g.      Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan penampilan kerja yang baik.
h.      Manajemen keperawatan menggunakan komunikasin yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
i.        Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat – perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi atau upaya manajer untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
j.        Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip – prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan.
Berdasarkan prinsip – prinsip diatas maka para manajer dan administrator seyogyanya bekerja bersama – sama dalamperenacanaan danpengorganisasian serta fungsi – fungsi manajemen lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

7.      Lingkup Manajemen Keperawatan
Mempertahankan kesehatan telah menjadi sebuah industri besar yang melibatkan berbagai aspek upaya kesehatan. Pelayanan kesehatan kemudian menjadi hak yang paling mendasar bagi semua orang dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai akan membutuhkan upaya perbaikan menyeluruh sistem yang ada. Pelayanan kesehatan yang memadai ditentukan sebagian besar oleh gambaran pelayanan keperawatan yang terdapat didalamnya.
Keperawatan merupakan disiplin praktek klinis. Manajer keperawatan yang efektif seyogyanya memahami hal ini dan memfasilitasi pekerjaan perawat pelaksana. Kegiatan perawat pelaksana meliputi:
a.      Menetapkan penggunakan proses keperawatan
b.      Melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan diagnose
c.       Menerima akuntabilitas kegiatan keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat
d.      Menerima akuntabilitas untuk hasil – hasil keperawatan
e.      Mengendalikan lingkungan praktek keperawatan
Seluruh pelaksanaan kegiatan ini senantiasa di inisiasi oleh para manajer keperawatan melalui partisipasi dalam proses manajemen keperawatan dengan melibatkan para perawat pelaksana. Berdasarkan gambaran diatas maka lingkup manajemen keperawatan terdiri dari:
a.       Manajemen operasional
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
1)      Manajemen puncak
2)       Manajemen menengah
3)       Manajemen bawah
Tidak setiap orang memiliki kedudukan dalam manajemen berhasil dalam kegiatannya. Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh orang – orang tersebut agar penatalaksanaannya berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah
1)      Kemampuan menerapkan pengetahuan
2)      Keterampilan kepemimpinan
3)      Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
4)      Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen
b. Manajemen asuhan keperawatan
Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi.
8.      Persyaratan Ruangan Menjalankan MPKP
Syarat-syarat Ruangan menjalankan MPKP adalah sebagai berikut:
a.       Memiliki fasilitas perawatan yang memadai.
b.       Memiliki jumlah perawat minimal sejumlah tempat tidur yang ada.
c.       Memiliki perawat pendidikan yang telah terspesialisasi
d.      Seluruh perawat telah memiliki kompetensi dalam perawatan primer.
B.      Komunikasi dalam Organisasi
1.      Pengertian
Unsur yang penting dalam aktivitas manajer keperawatan dan sebagai bagian yang selalu ada dalam proses manajemen keperawatan bergantung pada posisi manajer dalam struktur
Komunikasi adalah suatu pertukaran pikiran,perasaan,pendapat,dan pemberian nasihat yang terjadi antara dua orang atau lebih yang berkerja sama.
2.     
Non Verbal
Faktor internal
Faktor eksternal
Komunikan
Faktor Internal
Komunikator
Tertulis
Faktor eksternal
Verbal
Pesan
Faktor Internal
Proses Komunikasi (Marquis& Huston 1998:290)
Komunikator
Faktor eksternal
Tertulis
Verbal
Pesan
 












3.      Prinsip Komunikasi Manajer Keperawatan
Manajer harus mengerti struktur organisasi, temasuk pemahaman siapa yang terkena dampak dari pengabilan keputusan yang telah di buat.
Komunikasi bukan hanya sebagai pelantara, akan tetapi sebagai bagian proses yang tak terpisah dalam kebijakan organisasi.
Komunikasi harus jelas, sederhana, dan tepat. Prinsip komunikasi perawat profesional adalah CARE: Complete, Acurate, Rapid, dan  English
Manajer harus meminta umpan balik apakah komunikasi dapat di terima secara akurat.
Menjadi pendengar yang baik adalah komponen yang penting bagi manajer
4.      Model Komunikasi
1.      Komunikasi tertulis merupakan bagian terpenting dalam organisasi
Dalam komunikasi tertulis meliputi:
a.      Mengetahui apa yg ingin disampaikan sebelum memulai menulis
b.      Menulis nama orang dalam tulisan anda perlu dipertimbangkan dampaknya.
c.       Gunakan kata aktif,di mana akan memepunyai pengaruh yang baik.
d.      Tulisan kata yang sederhana, familiar,  spesifik,  dan nyata
e.      Gunakan seminimal mungkin kata-kata yang tidak penting
f.        Tulisan setiap kalimat dibawah 20 kata, dan masukan satu ide setiap kalimat
g.      Berikan pembaca petunjuk konsistensi penggunaan istilah dan pesan
h.      Atur isi tulisan secara sistematis
i.        Gunakan paragraf untuk memudahkan pembaca
j.        Komunikasi di lakukan secara jelas dan fokus
2.      Komunikasi Secara Langsung
a.      Manajer selalu mengdakan komunikasi verbal kepada atasan dan bawahan baik secara formal maupun informal.
b.      Tujuan komunikasi verbal adalah “assertiveness” perilaku arsetif adalah suatu cara komunikasi yang memberikan kesempatan individu untuk mengekspresikan perasaanya  secara langsung jujur dan deangan cara yang sesuai tanpa penyimpangan perasan org lain yang di ajak komunikasi
c.       Hal yang harus di hindari adalah komunikasi pasif dan agresif
3.      KOmunikasi Non Verbal
a.      Komunikasi non verbal adalah komunikasi dengan menggunakan ekspresi wajah gerakan tubuh atau “body  language”.
b.      Komunikasi non verbal mengandung arti signifikan dibandingkan dengan komunikasi non verbal
c.       Tetapi akan jadi sesuatu yang membahayakan apabila komunikasi non verbal disalah artikan tanpa adanya penjelasan verbal
4.      KOmunikasi Via Telepon
Untuk menjaga citra komunikasi menajer dan semua staf harus belajar sopan serta menghargai setiap menjawab telepon.

5.      Aplikasi Komunikasi dalam Asuhan Keperawatan
Ø  Kegiatan keperawatan yang memerlukan komunikasi meliputi:
1.      Timbang terima
2.      Interview/anamnesis
3.      Komunikasi melalui komputer
4.      Komunikasi rahasia klien
5.      Komunikasi melalui sentuhan
6.      Komunikasi dlm pendokumentasian
7.      Komunikasi antar perawat dan profesi kesehatan lain
8.      Komunikasi antar perawat dan pasien
6.      Hukum Komunikasi Efektif
Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dapat kita rangkum dalam satu kata yaitu REACH (respect, empathy, audible, clarity, humble). Yang berarti merengkuh atau meraih.
Hukum pertama dalam berkomunikasi adalah Respect.  Respect merupakan sikap hormat dan menghargai terhadap lawan bicara kita.sikap harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai terhadap lawan bicara kita karena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan diangap penting.jika kita bahkan harus mengkritik seseorang,lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggan orang tersebut.Samuel Johnson mengatakan bahwa “Thera Will be no RESPECT without THRUST,and there is not trust without INTEGRITY.”
Hukum kedua adalah Empati,yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya.Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan,kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita.Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. Prinsip dasar dari hukum ke 2 adalah “perlakuan orang lain seperti anda ingin diperlakukan.” Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap positif.Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran,masukan apalagi kritik dari orang lain.Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.
Hukum ketiga adalah Audible Makna dari audible antara lain : dapat didengarkan dan dimengerti dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan Hukum ini dalam mengirimkan pesan adalah :
a.      Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti
b.      Fokus pada informasi yang penting
c.       Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan tersebut
d.      Taruhlah perhatian pada fasilitas yang adaa dan lingkungan disekitar anda
e.      Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul
f.        Selalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan (backup)
Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi interprestasi atau berbagai penafsiran yang berlainan.Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan.Pengunaan bahasa yang tudak dimengerti,akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat mencapai tujuannya.seringkali orang menganggap remeh pentingya Clarity,sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata –kata yang dipilih untuk digunakan.Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu :
a.      Tentukan soal yang jelas
b.      Luangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita
c.       Penuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai
d.      Buat pesan Anda jelas,tepat dan meyakinkan
e.      Pesan yang disampaikan harus fleksibel
Hukum kelima dalam komunikasi tim yang efektif adalah sikap rendah hati (Humble). Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain,biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan mengangap diri penting ketika berbicara. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respon yang positif dari penerima pesan.
Kita telah mengetahui betapa hebatnya fungsi dari suatu tim, dimana sekumpulan orang yang biasa saja dapat menghasilkan suatu output yang luar biasa. Namun tim tersebut akan menjadi tidak efektif apabila kita tidak dapat saling berkomunikasi. Oleh karena itu diharapkan kita dapat mengunakan kelima hukum komunikasi tersebut untuk membantu kita dalam menciptakan suatu tim yang solid.
7.      Prinsip Dasar dan Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi
a.      Faktor teknis
b.      Faktor perilaku
c.       Faktor situasional
d.      Faktor keterbatasan waktu
e.      Faktor jarak fisikologis atau sosial
f.        Faktor keadan sikomunikator
g.      Faktor ganguan bahasa
h.      Faktor adanya evaluasi terlalu dini
C.      Manajemen Rapat
1.      Pengertian Rapat
Pertemuan atau kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan, instansi pemerintahan baik dalam situasi formal maupun non formal untuk membicarakan, merundingkan dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama-sama.

2.      Langkah-langkah Perencanaan dan Persiapan Rapat
Prinsip dasar yang dapat dijadikan pedoman atau pegangan dalam mempersiapkan rapat, yaitu :
a.      Why ???
b.      What ???
c.       Who ???
d.      Where???
e.      How???
3.      Persiapan penyelenggaran rapat
a.      Membuat agenda rapat dan susunan rapat
Agenda rapat adalah daftar yang berisi pokok permasalahan yang akan dibicarakan dalam suatu rapat. Susunan acara rapat adalah rincian atau penjabaran lebih lanjut dari topik dalam agenda rapat.
b.      Menentukan peserta rapat
Dari agenda rapat yang telah dibuat ditentukan siapa saja peserta yang akan di undang dan sekertaris menyusun daftar peserta rapat yang akan di undang, kemudian dikonsulkan kepada pemimpin rapat apakah ada penambahan atau pengurangan peserta rapat.
c.       Membuat undangan rapat
Surat undangan merupakan surat pemberitahuan yang sifatnya mengharapkan kehadiran seseorang untuk berpartisipasi dalam suatu acara tertentu.
Syarat – syarat undangan :
1)      Menggunakan kop surat atau kepala surat
2)      Mencantumkan nomor surat undangan serta tanggal pembuatan
3)      Mencantumkan perihal undangan rapat
4)      Mencantumkan nama – nama orang yang diundang rapat
5)      Mencantumkan hari, tanggal, waktu dan tempat rapat tersebut diselenggarakan
6)      Ditandatangani oleh pejabat  yang bertanggung jawab atas surat undangan tersebut.
d.      Membuat daftar hadir rapat
Ada dua macam daftar hadir, yaitu buku tamu dan daftar hadir biasa (yang dibuat diatas selembar kertas). Daftar hadir digunakan untuk mengetahui jumlah peserta yang datang, untuk mengetahui jumlah sistem yang harus dipersiapkan seperti konsumsi, kursi dan sebagainya, sebagai bahan penyusun notula rapat dan dokumentasi.
e.      Mempersiapkan bahan rapat
Bahan rapat yang perlu dipersiapkan :
1)      Agenda rapat
2)      Notulen atau hasil rapat yang lalu
3)      Bahan – bahan yang akan dibicarakan dalam rapat
f.         Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat
1)      While board lengkap dengan spidol dan penghapus
2)      Flip chart lengkap dengan spidol
3)      LCD Projektor
4)      Sound sistem lengkap dengan mikroponnya
5)      Map atau Tas untuk menempatkan bahan rapat
6)      Block Note dengan bolpointnya
7)      Name tag untuk peserta
8)      Laptop atau komputer
g.      Mempersiapkan ruang rapat
Tentukan jumlah peserta rapat yang akan hadir serta kondisikan ruangan yang akan dipakai.
Hal – hal yang harus dipersiapkan dengan pengaturan ruang rapat, adalah :
1.      Cahaya Penerangan
2.      Ventilasi Udara
3.      Pengaturan Tempat Duduk
a)      Gaya Klasikal / kelas : untuk jumlah peserta yang banyak
b)      Gaya komperensi : Diharapkan semua peserta dihargai dan untuk menimbulkan semangat team work.
c)      Gaya Huruf U : Untuk rapat informal
d)      Gaya Workshop : Untuk diskusi kelompok
h.      Mempersiapkan akomodasi atau penginapan
Pada rapat yang dilakukan lebih dari satu hari, biasanya para peserta rapat akan menginap disuatu tempat. Untuk itu sekretaris harus mengatur pemilihan tempat yang cocok untuk pelaksanaan rapat tersebut mulai dari pemesanan tempat, pembagian kamar, hingga pengecekan terakhir akan kesiapan penginapan untuk peserta rapat
i.        Transportasi
Jika suatu rapat tidak dilaksanakan didalam kantor, tentunya transfortasi para peserta rapat ke tempat rapat harus dipersiapkan. Jika harus menyewa mobil atau bus, maka sekretaris harus menyiapkannya.
j.         Konsumsi
Konsumsi rapat berupa makan ringan (snack) atau makanan berat, agar peserta rapat nyaman dalam mengikuti kegiatan rapat. Jika pelaksanaan rapat lebih dari satu hari, pariasi makan harus diperhatikan.
k.       Kesehatan
Untuk kegiatan rapat yang pelaksannan rapatnya yang lebih dari satu hari,hendaknya disediakan unit kesehatan untuk menjaga kondisi kesehatan para peserta rapat.
l.        Pengecekan pesiapan terakhir
Hal – Hal yang harus dipersiapkan:
1)      Apakah kursi telah cukup dengan jumlah peserta rapat??
2)      Apakah letak tempat duduk sesuai dengan kursi dari setiap peserta rapat?
3)      Apakah semua alat perlengkapan rapat telah tersedia dalam ruang rapat dan berfungsi dengan baik?
4)      Apakah bahan – bahan atau materi rapat yang akan dipergunakan dalam rapat telah dipersiapkan dalam suatu map?
5)      Apakah daftar hadir, agenda rapat dan susunan acara telah dipersiapkan?
6)      Apakah konsumsi rapat telah dipesan atau disiapkan?
4.      Agenda Rapat
a.      Menilai butir-butir agenda
b.      Menilai butir-butir standar
D.     Clinic Conference (Konferensi Klinik)
1.      Pengertian
Merupakan suatu metode konfrensi yang dilakukan di klinik dalam membahas segala hal yang mencakup informasi-informasi penting dan terbaru dalam keperawatan.
2.      Kegunaan Metode Konferensi
a.      Dirancang melalui diskusi kelompok
b.      Meningkatkan pembelajaran penyelesaian masalah dalam kelompok melalui analisis kritikal, pemilihan alternatif pemecahan masalah, dan pendekatan kreatif
c.       Memberi kesempatan mengemukakan pendapat dalam menyelesaikan masalah
d.      Menerima umpan balik dari kelompok atau pengajar
e.      Memberi kesempatan terjadinya perriview, diskusi kepedulian, isu, dan penyelesaian masalah oleh disiplin ilmu lain
f.        Berinteraksi dan menggunakan orang lain sebagai narasumber
g.      Meningkatkan kemampuan memformulasikan ide
h.      Adanya kemampuan peserta didik untuk berkontribusi
i.        Meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan kelompok
j.        Kemampuan menggali perasaan, sikap, dan nilai-nilai yang mempengaruhi praktik
k.       Mengembangkan keterampilan berargumentasi
l.        Mengembangkan keterampilan kepemimpinan
3.      Jenis-Jenis Konferensi
a.      Konferensi praklinik (pre conference) dan konferensi pasca klinik (post conference)
Kegiatan ini mendiskusikan tentang praktik klinik yang akan menjadi diagnosis hari pertama masih berlaku, apakah diagnosis/masalah keperawatan yang ditemukan berdasarkan pengkajian akurat, apakah tindakan dan rencana yang akan dilakukan pada hari ini.
b.      Umpan balik dari kelompok (peer review)
1)      Dilakukan segera setelah dilaksanakan
2)      Tujuannya untuk menilai kemampuan dalam mempersiapkan praktik pada hari tersebut, menilai kemampuan dalam mempersiapkan praktk pada hari tersebut, menilai kemampuan menulis diagnosis keperawatan pada hari tersebut
3)      Konferensi berguna untuk memperoleh kejelasan asuhan yang telah diberikan, membagi pengalaman dan mengenali kualitas dalam praktik.
c.       Isu (issue)
d.      Multidisiplin
4.      Di dalam klinik conference yang di bahas adalah:
a.      Observasi
Manfaat dari observasi adalah:
1)      Mendapatkan pengalaman atau contoh nyata
2)      Mengembangkan perilaku baru untuk pembelajaran masa mendatang
3)      Kegiatannya meliputi observasi lapangan, fieldrip, demonstrasi, dan ronde keperawatan
b.      Ronde Keperawatan
1)      Pengertian Ronde Keperawatan
Suatu metode pembelajaran klinik yang memungkinkan peserta didik mentransfer dan mengaplikaskan pengetahuan teoretis kedalam praktik keperawatan secara langsung
2)      Tujuan Ronde Keperawatan
a)      Menumbuhkan cara berfikir kritis (problem based Learning-PBL)
b)      Menumbuhkan pemikiran bahwa tindakan keperawatan berasal dari masalah klien
c)      Meningkatkan pola pikir sistematis
d)      Meningkatkan validitas data klien
e)      Menilai kemampuan menentukan diagnosis keperawatan
f)       Meningkatkan kemampuan membuat justifikasi, menilai hasil kerja, dan memodifikasi rencana asuhan keperawatan
3)      Karakteristik Ronde Keperawatan
a)      Klien dilibatkan secara langsung
b)      Klien merupakan fokus kegiatan peserta didik
c)      Peserta didik dan pembimbing melakukan diskusi
d)      Pembimbing memfasilitasi kreatifitas peserta didik, sehingga timbul berbagai ide baru
e)      Pembimbing klinik membantu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah
f)       Kelemahan metode ronde keperawatan adalah klien dan keluarga merasa kurang nyaman serta privasinya terganggu.
4)      Peran atau Tugas Peserta Didik
a)      Menjelaskan data demografi
b)      Menjelaskan masalah keperawatan utama
c)      Menjelaskan intervensi yang dilakukan
d)      Menjelaskan hasil yang didapatkan
e)      Menentukan tindakan selanjutnya
f)       Menjelaskan alasan ilmiah terhadap tindakan yang diambil
g)      Menjelaskan data demografi
h)      Menjelaskan masalah keperawatan utama
i)        Menjelaskan intervensi yang dilakukan
j)        Menjelaskan hasil yang didapatkan
k)      Menentukan tindakan selanjutnya
l)        Menjelaskan alasan ilmiah terhadap tindakan yang diambil
5)      Peran Pembimbing
a)      Membantu peserta didik untuk belajar
b)      Mendukung dalam proses pembelajaran
c)      Memberikan justifikasi
d)      Memberi reincforcemen
e)      Menilai kebenaran dari masalah dan intervensi keperawatan serta rasional tindakan
f)       Mengarahkan dan mengoreksi
g)      Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari
6)      Masalah dalam metode ini
a)      Berorientasi pada prosedur keperawatan
b)      Persiapan sebelum praktik kurang memadai
c)      Belum ada keseragaman tentang laporan hasil ronde keperawatan
d)      Belum ada kesempatan tentang model ronde keperawatan
7)      Bed-Side Teaching
Metode mengajar peserta didik yang dilakukan disamping tempat tidur klien, meliputi kegiatan mempelajari kondisi klien dan asuhan keperawatan yang dibutuhkan oleh klien
8)      Manfaat
Pembimbing klinik dapat mengajarkan dan mendidik peserta didik untuk menguasai keterampilan prosedural, menumbuhkan sikap profesional, mempelajari perkembangan biologis atau fisik, dan melakukan komunikasi melalui pengamatan langsung.





FLOW CHART HANDLING COMPLAIN
Komplain:
ü  Perusahaan
ü  Umum

Laporan
ke  Direktur


Petugas Handling Komplain
 
Diinformasikan kpd Unit terkait

Ya
Dibahas di Komite Medik

 
STOP

Masalah teratasi

Second Opini

Masalah Teratasi

           Tdk                                    Tdk                           
 

Negoisiasi

STOP

Masalah Selesai

Menunjukan Penasehat Hukum

Dikaji ulang dgn Unit/instalasi terkait

Diinformasikan kpd ybs


STOP

                                                                      Ya                                                                      Tidak





                                                                                                                                         Tidak








KET: -------------- garis koordinasi
                          Garik Komando
       

0 komentar:

Posting Komentar