Feeds RSS

Minggu, 26 Januari 2014

Gagal Ginjal


BAB II
PEMBAHASAN

A.GINJAL
1.PENGERTIAN
                  Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di belakang rongga abdomen, satu di setiap sisi kolumna vertebralis sedikit di atas garis pinggang.
                  Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta satuan fungsional berukuran mikroskopik yang dikenal sebagai nefron. Setiap nefron terdiri dari komponen vesikuler dan komponen tubulus, yang keduanya secara struktural dan fungsional berkaitan erat. Bagian dominan pada komponen vesikuler adalah glomerulus, suatu berkas kapiler berbentuk bola tempat filtrasi sebagian air dan zat terlarut dari darah yang melewatinya.
2. FUNGSI GINJAL
1.     memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun
2.     mempertahankan suasana keseimbangan cairan
3.     mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh
4.     mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh
5.     mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum, kreatini, amoniak (ekskresi)

3. PROSES PEMBENTUKAN URIN
a. filtrasi glomerulus
proses ini terjadi karena permukaan aferen lebih besar dari permukaan eferen maka terjadilah penyerapan darah. Sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah adalah protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai kapsul bowman yang terdiri dari glukosa, air, natrium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, yang diteruskan ke tubulus ginjal.
b. reabsorpsi tubulus
pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar glukosa, natrium, klorida, fosfat dan ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubuls ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan natrium dan ion bikarbonat. Bila diperlukan akan diserap kembali ke dalam tubulus bagian bawah. Penyerapannya terjadi secara aktif, dikenal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya di alirkan pada papilla renalis.
c. proses sekresi
sisanya penyerapan urin kebali yang terjadi pada tubulus dan diteruskan ke piala ginjal selanjutnya diteruskan ke ureter masuk ke vesika urinaria. Perpindahan selektif zat-zat dari darah kapiler peritubulus ke dalam lumen tubulus. Merupakan rute kedua bagi zat dari darah untuk masuk kedalam tubulus ginjal.
d. ekskresi
·       Ekskresi asam yaitu katabolisme atau pemecahan protein meliputi produksi senyawa-senyawa yang bersifat asam, khususnya asam sulfat dan fosfat. Di samping itu, bahan yang asam akan dikonsumsi dengan jumlah tertentu setiap harinya. Seseorang dengan fungsi ginjal yang nomal akan mengekskresikan kurang lebih 70mEq asam setiap harinya. Ginjal dapat mengekskresikan sebagian asam ini secara langsung ke dalam urin hingga mencapai kadar yang akan menurunkan nilai pH urin sampai 4,5 , yaitu 1000 kali lebih asam daripada darah.
·       Ekskresi elektrolit
Natrium julah elektrolit dan air harus di ekskresiksan lewat ginjal setiap harinya sangat bervariasi menurut jumlah yang dikonsumsi. Seratus delapan puluh liter filtrate yang terbentuk oleh glomelurus setip harinya mengandung sekitar seribu seratus gram natrium glorida.
Kalium,ekskresi kalium oleh ginjal akan meningakat seiring dengan meningkatnya kadar aldosteron sehingga berbeda efek aldosteron pada ekskresi natium.retensi kalium merupakan akibat yang paling fatal pad gagal ginjal.

B.NEPHROLITHIASIS

1.PENGERTIAN
                  Adalah pembentukan batu ginjal di pelvik/kalik nefron.
Bilateral adalah berkenaan dengan kedua sisi .
CKD : Cronic Kidney Deacea (gagal ginjal kronik).
Nephrolitiasis bilateral adalah pembentukan batu ginjal yang berkenaan pada dua sisi yang menyebabkan gagl ginjal kronik.
                 
2.PENYEBAB
                  Batu ginjal dapat disebabkan oleh peningaktan pH urin (misalnya batu kalsium bikarbonat ) atau penurunan pH urin (misalnya batu asam urat).
Konsentrasi bahan-bahan pembetuk batu yang tiggi di dalam darah dan urin,dan obat atau kebiasaan tertentu,juga dapat merangsang pembentukan batu.faktor tertentu yang mempengruhi pembentukan batu mencakup infeksi,statis urin,periode imobilisasi. Komposisi batu saluran kemih adalah dari jenis asam,urat,asam urat,oksalat,fosfat,sistin,dan xantin.

3.TANDA DAN GEJALA
·        Nyeri yang bersifat kolik(ritmik),terutama apabila batu terletak di ureter atau di bawahnya. Nyeri mungkin hebat, lokasi nyeri akan bergantung pada letak batu.
·        Batu di ginjal itu sendiri mungkin asimtomatik kecuali apabila b atu tersebut menyebabkan obstruksi atau timbul infeksi.
·        Penurunan pengeluaran urun apabila terjadi obstruksi aliran,karena kemampuan ginjal memekatkan urin terganggu oleh pembengkakan yang terjdi disekitar kapiler di peritubulus.

4.PATOMEKANISME BATU GINJAL
                                    Konsentrasi bahan-bahan pembentuk batu yang tinggi


 


Menghambat aliran urin dan menyebabkan tidak adanya pergerakan


 


Meningkatkan pembentukan batu


 


Terjadi kristalisasi/pengendapan zat-zat berlebih


 


Batu ginjal (obstruksi)


C.GAGAL GINJAL KRONIK

1. PENGERTIAN
                  Gagal ginjal kronik adalah kondisi dimana ginjal tidak mampu mengeluarkan sisa-sisa metabolik dan kelebihan air dari darah yang disebabkan oleh hilangnya sejumlah nefron fungsional yang bersifat irreversibel.
                  Gagal ginjal kronik atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif da irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia.

2.PENYEBAB
·      Glomerulonefritis
·      Gagal jantung

3.  TANDA DAN GEJALA
ž Klien tampak lemah
ž Sesak
ž Konjungtiva anemis
ž Oedema
ž Pruritis/gatal
ž Mual dan muntah

4. DAMPAK TERHADAP ORGAN LAIN
ž Umum : fatig, malaise, gagal tumbuh, debil
ž Kulit : pucat, mudah lecet, rapuh, leukonikia
ž Kepala di leher : fektor uremik, lidah kering, berselaput
ž Mata : fundus hipertensif, mata merah
ž Sistem kardiofaskuler : HPT, keluar cairan, gagal jantung, perikarditis, uremik, penyakit faskuler
ž Sistem pernafasan : hiperventilasi asidosis, edema paru, efusi pleura
ž Gastrointestinal tube (GIT) : anoreksia, nausea, ulkus peptikum, colitis, uremik, diare yang disebabkan oleh antibiotik .

5.     PROSEDUR DIAGNOSTIK
ž Pemeriksaan Urine
Pemeriksaan kimia urin dapat mendeteksi zat-zat seperti glukosa, aseton, bilirubin, protein, dan darah.
ž Uji kebersihan Kreatinin
Untuk memperkirakan GFR, caranya cukup mengumpukan specimen urin 24 jam dan satu specimen darah yang diambil dalam waktu yang sama.
ž Pemeriksaan Radiology
Untuk mengevaluasi sistem urinarius. IVP, ultrasonografi, pencitraan radio nuklida, CT scan.DLL

6.     PENATALAKSANAAN DIET
Pengatuan Diet yang terkontrol :
ž Rendah protein : mengurang beban ekresi, menurunkan hiperfiltrasiglomerulus, tekanan intra glomerulus, cedera sekunder pada nefron intak
ž Rendah kalium : menyebabkan hiperkalemia
ž Rendah natrium dan cairan : menyebabkan retensi cairan, edema perifer, edema paru, hipertensi, gagal jantung kongestif.
ž Cairan yang diperbolehkan masuk adalah 2000 ml untuk 24 jam
ž Tinggi kalori : dalam bentuk lemak dan karbohidrat untuk mencegah pemecahan protein.


7.     PERTIMBANGAN PADA LANSIA
         Seiring pada perubahan renal. Perubahan fungsi ginjal dengan penuaan meningkatkan kerentanan lansia untuk mengalami disfungsi dan gagal ginjal. Perubahan aliran darah renal, filtrasi glomerulus, dan klirens ginjal pada gagal ginjal akan meningkatkan resiko terjadinya perubahan terkait-medikasi.
Gagal ginjal kronik pada lansia, lansia ( berusia antara 55-65 tahun) merupakan kelompok yang berkembang cepat untuk mengalami pemyakit renal tahap akhir. Di masa lalu, glomerulonefritis progresif cepat, glomerulonefritis membranosa an nefrosklerosis menjadi penyebab umum gagal ginjal pada lansia.
         Tanda dan gejala penyakit renal pada lansia umumnya non spesifik; terjadinya gejala dari gangguan lain(gagal jantung kongestif, demensia) dapat mengaburkan gejala penyakit renal sehingga memperlambat upaya pencegaan dan diagnosis .          Penatalaksanaan gagal ginjal pada lansia, hemodialisis dan dialisis peritoneal efektif dalam menangani pasien lansia. Penatalaksanaan konservatif mencakup nutrisi, pengendalian cairan, medikasi seperti pengikat posfat dapat dipertimbangkan pada pasien yang tidak mampu atau menolak untuk berpartisipasi dalam dialysis atau transplantasi

8.MASALAH KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL
·  Kelebihan volume cairan berhubungan dengan haluran urin,diet berlebih serta retensi cairan natrium
·  Perbahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah,pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut.
·  Kurang pengetahuan tentang kondisi dan program penanganan .
·  Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan,anemia, retensi produk sampah dan proswedur dialysis.
·  Gangguan harga diri dengan ketergantungan,perubahn peran,perubahan pada citra diri dan disfungsi seksual.

D. HEMODIALISIS

1.     PENGERTIAN
                     Hemodialisis  merupakan Suatu cara untuk memisahkan darah dari sampah metabolisme dan racun tubuh bila ginjal sudah tak berfungsi. Disini di gnakan ginjal buatan yang berbentuk mesin hemodialisis. 3 prinsip yang mendasari hemodialisa, yaitu :Difusi. Osmosis, Ultrafiltrasi .Bagi penderira gagal ginjal kronis, hemodilisis akan mencegah kematian.namun demikian,hemodilisis tidak menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginja dan tidak mampu mengibangi  hilangnya aktivitas metabolik yang di laksanakan ginjal dan dampak dari gagal ginjal serta terapinya terhadap kualitas hidup pasien.efek sampingnya telinga berdengung,hipotnsi,pusing,kram otot, mual muntah .

2.     INDIKASI
                     Indikasi khusus yaitu apabila pendapat komplikasi akut seperti oedem paru,hiverkalemia asidosis metabilik berkurang dan nefrofatik diabetic.biasanya jug adapt dilakukan hemodialisis jika kadar kreatinin  serum  di atas 6 mg/100ml pada pria, 4mg/100ml pada wanita dan glomeruro filtration rate (GFR)kurang dari 4ml/mnt.dapat juga dilakukan ketika bersihan kreatinin menurun dibawah 10ml/mnt,ini sebandingdengan kadar  kreainin serum 8-10mg/dl

3.     KONTRA INDIKASI
                   Menurut Thiser dan Wilcox kontra indkasi dari hemodiliasa adalah hipotensi yang tidak responsife terhadap presor, penyakit stadium terminal,dan sindrom otak organic kontra hemodialisa yang lainnya adalah penyakit alzaimer,demensial multi infark,simdrom hepatorenal,sirosis hati lanjut dengan esepalopati dan genasan lanjut

4.     TUJUAN
Menurut Haavens dan Teera tujuan pengobatn hemodialiasa antara lain :
1.menggatikan fungsi ginjal dalam finsi eksresi,yaitu membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh sepeti ureum,kreatinin,dan sisa metabolism yang lain
2.mengganti fungsi ginjal dalm mengeluarkan cairan tubuh yang seharusnya di leluarkan sebagai urin saat ginjal sehat.
3.meningkatkan kwlitas hidup pasien yang mwenderita penurunan funsi ginjal
4.menggantikan fungsi ginjal sambil menunggu program pengobatan yang lain.


E. NEPHROLITHOTOMI
1. PENGERTIAN
                     Nephrolithotomi adalah pembedahan pada ginjal untuk mengangkat batu,batu yang terdapat di nefron.
Pada pasien yang dilakukan nephrolithotomi  terpasang drain,atau selang kateter.drainase nephrolithotomi dilakukan untuk drainase yang dilakukan pada ginjal sesudah dilakukan pembedahan,memelihara atau memulihkan drainase dan memintas obstruksi dalam uruter atau traktus urinarius inferior. Selang nefrostomi dihubungkan kesebuahsistem drainase tertutup/ urostomy. Nefhrostomy perkutaneus adalah pemasangan sebuah selang melalui kulit kedalam pelvis ginjal. Tindakan ini dilakukan untuk drainase eksternal urin dari ureter yang tersumbat, membuat suatu jalur pemasangan stent ureter, menghancurkan batu ginjal, melebarkan striktur, menutup fistula, memberikan obat , memungkinkan menyisipkan alat biopsy bentuk sikat dan nefroskop, atau untuk melakukan tindakan bedah tertentu.
2.  PERAWATAN PASIEN SETELAH NEFROSTOMY
·        Kaji kemungkinan timbulnya komplikasi
-                     Perdarahan pada lokasi nefrostomy(komplikasi utama)
-                     Pembentkan fistula
-                     Infeksi
·        Pastikan drainase tidak tersumbat pada selang nefrostomy atau kateter obstruksi akan menimbulkan rasa nyeri, trauma, tekanan, infeksi, serta tegangan pada garis jahitan)
·        Jika selang tercabut laporkan segera pada dokter(dokter bedah harus segera mengembalikan selang tersebit pada tempatnya agar luka nefrostomy tidak berkontraksi)
·        Selang nefrostomy tidak boleh di klem, perbuatan ini akan menimbulkan pielonefritis
·        Selang nefrostomi tidak boleh di irigasi (irigasi akan dilakukan oleh dokter bedah jika diperlukan)
·        Anjurkan asupan cairan untuk meningkatkan pembilasan ginjal dan selang secara alami
·        Ukur volume urine yang mengalir keluar dari selang. Jika pada kedua ginjal dipasang selang secara alami, volume urin yang keluar dari masing-masing selang harus diukur secara terpisah











F. PATOMEKANISME NEFROLIYHIASIS BILATERAL ON CKD

Penurunan perfusi ginjal

Penurunan fungsi ginjal

GFR menurun
                                                                             
BUN & Kreatinin            Vit D                                                                           Eritropoetin

Uremia                       Hipokalsemi                                                                  Pematangan eritrosit
                     PTH         Faktor Pembekuan        tonus otot                                 anemia
                                             Darah                                                                    metabolisme
  Ambilan CA di tulang                                                                                        Energi
         Osteodistropi                ekimosis                                                       Lelah/letih
               Renal

Di intestinal                      Dikulit                             dipersarapan                dipernafasan
Bakteri                        +Kristal Ca                   kejang tdk konsentrasi
Toksin uremia             pruritus              perubahan kesadaran kedutan    bau amonia
Anoreksia,mual            uremic fross
GFR  menurun

K meningkat                                                      rennin
                                                                              Angiotensin I
                                                                              Angiotensin II
                                                                                                                                    aldosteron
                                                                              Vasokonstriksi vaskuler          pe Na & air
                                                                              Hipertensi                                   Oedema
                                                                              Beban kerja jantung
                                                                              Gagal jantung
                                                                              Oedema paru
Gangguan irama jantung









                 
                  
Penurunan fungsi ginjal
Korteks adrenal
Glukukortikoid menurun

Gangguan metaboloisme glukosa menurun              limfosit menurun
Glukosa menurun                                                              kemampuan makrofag
                                                                                                Imunitas menurun


Kortek adrenal
Hormone seks menurun (androgen)
17 ketosteriod
Penurunan libido, infertilitas



Penurunan fungsi ginjal
Ekskresi H menurun
Metabolisme asidosis

0 komentar:

Posting Komentar