Feeds RSS

Rabu, 04 September 2019

Usahaku Bertemu Denganmu

Ingin berkisah, bercerita, menceritakan pengalamanku saat akan bertemu buah hatiku.

Anak ku yang pertama, Azira Iffah Hanania
Rabu, 02 Mei 2018
Dini hari kurang lebih pukul 01.00 aku merasakan kontraksi, perut tegang, dan tidur tak nyaman. Miring kanan, terlentang, dan miring kiri his pun terus dirasakan.  Shubuh pun tiba, saat akan mengambil air wudhu, aku pipis dan ternyata keluar flek darah bercampur lendir dari vagina. Saat itu usia kehamilanku pas menginjak 39 weeks.
Setelah itu, kontraksi terus-terusan dirasakan. Sering, tapi hanya sebentar-sebentar. Aku pikir mungkin itu efek dari berhubungan sebelumnya. Sampai siang hari sambil nonton Drakor 😁😁😁 kontraksi sering dirasakan dan akhirnya ku pergi ke rumah kakak karna di rumah sendiri ditinggal suami kerja dinas pagi. Mau ke bidan tapi nunggu suami aja. Sampai sore hari dijemput suami ke rumah kakak. Dan suami menyarankan untuk periksa.
Tiba di rumah, saya bawa ponakan dan main bersama dia. Jam 17.00 saya mandi, kemudian istirahat di kasur tiduran soalnya ngerasa cape sehabis jalan2 biar cepet lahiran karena ngeflek terus dan mules terus. Oia, dari dzuhur saya udah ga sholat. Soalnya sudah keluar flek, jd menurut fikih sunnah wanita jika sudah keluar darah bercampur lendir dan menunjukkan akan ada persalinan maka pada saat itu sudah masuk waktu nifas, biasanya 2-3 hari.
Saat tidur, setelah adzan maghrib. Saya masih merasakan mules, tiba2 seperti ada yang menendang ke bawah 2x dan kaget serasa ada yg pecah dr bawah. Ternyata ketuban pecah. Sambil cemas saya teriak ke suami, dan dia ikutan cemas. sambil manggil tetangga. Saya ga karuan karena keluar ketuban banyak sekali setiap gerak. akhirnya saya telpon kakak bahwa ketuban saya pecah.
Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke bidan terdekat. diperjalanan masyaAlloh mules sungguh luar biasa. lebih2 nyerinya dari yang dini hari sampai sore tadi. Saat tiba di rumah bidan dan diperiksa dalam ternyata  sudah pembukaan 7 😱😱😱
Kontraksi terus2an menyerang ku sambil dzikir dan ngoceh sana sini serasa pengen BAB. Akhirnya aku disuruh ngeden. Tepat adzan isya buah hatiku lahir sempurna. saat IMD dengan semangat dia mencari putting dan langsung dihisap. alhamdulillah ASI keluar banyak. senang sekali rasanya, walaupun harus di episiotomi 2x dan akhirnya di hecting. tapi bertemu dengan buah hatiku jd tergantikan.

Love u sayang, Azira Iffah Hanania

Sabtu, 07 Juli 2018

First Anniversary

Esok, 8 Juli 2018 satu tahun pernikahanku. terima kasih pada suamiku Aswir Deni Tara, yang sudah berusaha untuk menghalalkan ku. Di tahun pertama pernikahan kita, kita sudah dikaruniai, dititipi, diamanahkan, seorang putri yang kita beri nama Azira Iffah Hanania. Rasa syukurku tak henti-hentinya pada Mu ya Rabb, terima kasih atas nikmat yang telah Engkau berikan pada kami.

Love u mas Aswir 😘😘😘








Sabtu, 06 September 2014

love u bapak n mamak

love you my dad Unang Abidin Syafrudin, nuy sayang bapak

dikalaku pesimis..
bapak tak pernah menyuruhku tuk berhenti.
bapak terus menyemangatiku untuk terus berjuang, berusaha, dan tetap maju.
takan selesai suatu urusan jika kita hanya diam, malah akan terasa lelah. tapi, jika terus maju, lelah terasa, dan urusanpun selesai dikerjakan...
terima kasih bapak... nuy sayang bapak.



bapa, saat hatiku rapuh, kau selalu menguatkanku.
saat diri ini tak mampu berdiri, kau selalu ada disampingku.
bapa, ku ingin memelukmu sekuatku, semampuku.

hati ini menangis kala ku rapuh
diri iniruntuh kala ku bimbang
kaulah penguatku, agar ku terus maju dan berjalan melewati segalanya.

tak cukup ucapan terima kasih yang kau dapat
ku kan terus berusaha, agar kau bangga dan bahagia memilikiku..

i love you bapak & mamak



Selasa, 15 April 2014

SAP penanganan pingsan


SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Bidang Studi               : Strata I Ilmu Keperawatan Ekstensi
Topik                           : Penurunan Kesadaran
Sub Topik                    : Pertolongan pertama pada orang pingsn
Sasaran                        : Siswa siswi kelas 4 SD Muhamadiyah VII
Hari / Tanggal             : Kamis, 30 Januari 2014
Jam                              : 10.00 WIB
Waktu                         : 15 Menit
Tempat                        : Ruang Kelas4 SD Muhamadiyah VII

I.                   TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah di lakukan tindakan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit di harapkan peserta memahami tentang pertolongan pertama pada orang pingsan.

II.                TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada orang pingsan selama 1x15 menit pesertamampu:
a.         Menyebutkan kembali pengertian pingsan
b.         Menyebutkan kembali penyebab pingsan
c.         Menyebutkan kembali tanda dan gejala pingsan
d.        Mampu menyebutkan kembali pertolongan pertama pada orang pingsan

III.             MATERI
Terlampir

IV.             MEDIA
Video (LCD dan Laptop)





V.                KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
2 Menit
Pembukaan :
-          Memberi salam
-          Menjelaskan tujuan penyuluhan
-          Menyebutkan materi / pokok bahasan yang akan disampaikan

-      Menjawab salam
-      Mendengarkan dan memperhatikan
2
10 Menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan pengertian pingsan
Menjelaskan tujuan penyebab pingsn
Menjelaskan tanda dan gejala pingsan
Menjelaskan pertolongan pertama pada orang yang mengalami pingsan
-   Menyimak, mendengarkan  dan memperhatikan
3
3 Menit
Evaluasi dan Penutup
-          Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam
-   Bertanya dan menjawab pertanyaan
Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam







LAMPIRAN MATERI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG YANG MENGALAMI PINGSAN

1.       Pengertian Pingsan
Pingsan adalah kehilangan kesadaran yang terjadi secara mendadak dan dalam waktu yang singkat..

2.       Penyebab Pingsan
a.       Cuaca Panas
b.      Kelaparan
c.       Kurang minum/dehidrasi
d.      Kelelahan

3.     Tanda dan Gejala Pingsan
a. Pucat
b. Lemas
c. Pusing
d. Mata berkunang-kunang
e. Keringat dingin
f. Mual
g. Kulit dingin dn lembab

4.      Pertolongn pertama pada orang Pingsan
Pertolongan pertama pada orang yang mengalami pingsan adalah :
a. Baringkan orang yang pingsan
b. Cek respon. Bisa dengan panggil namanya atau dengan menepuk-nepuk bahunya
c. Jika mengenakan pakaian ketat, longgarkan. Terlebih di bagian leher
d. Memanggil bantuan.
e. Mengangkat kaki korban
f. Apabila korban telah sadar biarkan ia tetap berbaring. Apabila ingin bangun dilakukan secara bertahap
g. Memberikan teh manis.

DAFTAR PUSTAKA




SAP SPGDT


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Sub Pokok Bahasan    : Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)
Sub Judul                    :1. Pengertian Pasien Gadar, SC, SPGDT, dan PSC
                                      2. Pengertian SPGDT Sehari-hari
                                      3. Keperluan SPGDT Sehari-hari
                                      4. Sistem Pelayanan Medik.
  5. Pelayanan Sehari-hari
Waktu                         : 1 x 20 menit
Hari/ Tanggal              : Sabtu, 4 Januari 2014
Tempat                        : Aula Desa Mekar Sari
Sasaran                        : Masyarakat Desa Mekar Sari
Pemateri                      : Kelompok 7 Tim PDK STIKes Dharma Husada Bandung
 

A.    TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Penyuluhan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 20 menit peserta mengetahui tentang keracunan.
Tujuan Penyuluhan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan peserta mampu:
  1. Menjelaskan mengenai pengertian pasien gadar, Safe Community (SC), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dan Public Safety Center (PSC).
  2. Menjelaskan mengenai pengertian SPGDT sehari-hari.
  3. Menjelaskan mengenai keperluan SPGDT sehari-hari.
  4. Menjelaskan mengenai sistem pelayanan medik.
  5. Menjelaskan mengenai pelayanan sehari-hari.

B.     MATERI

1.       Pengertian pasien gadar, Safe Community (SC), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dan Public Safety Center (PSC).
2.       Pengertian SPGDT sehari-hari.
3.       Keperluan SPGDT sehari-hari.
4.       Sistem pelayanan medik.
5.       Pelayanan sehari-hari.

C.    METODE

Ceramah Tanya Jawab

D.    MEDIA

Power Point dan Media Tiga Dimensi

E.     KEGIATAN

Tahap/
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Penyuluh/Pemateri
Peserta
Pembukaan
3 menit




1.   Memberikan salam pembuka dan memperkenalkan diri
2.   Menginformasikan materi yang akan disampaikan
3.   Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai pada akhir penyuluhan ini
4.   Menjelaskan manfaat dan relevansi pokok bahasan ini
5.   Melakukan apersepsi mengenai SPGDT
1.      Menjawab salam
2.      Mendengarkan dan memperhatikan
3.      Menjawab pertanyaan

PenyampaianMateri
12 menit












1.      Menerangkan tentang pengertian pasien gadar, Safe Community (SC), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dan Public Safety Center (PSC).
2.     Menerangkan tentang pengertian SPGDT sehari-hari.
3.     Menjelaskan tentang keperluan SPGDT sehari-hari.
4.     Menjelaskan tentang sistem pelayanan medik.
5.     Menjelaskan tentang pelayanan sehari-hari.
6.     Memberi kesempatan pada peserta untuk bertanya tentang materi yang telah disampaikan
7.     Memberi kesempatan pada peserta lain untuk menjawab pertanyaan
8.     Menjawab dan menjelaskan kembali tentang pertanyaan peserta
1.       Mendengarkan dan memperhatikan
2.       Menjawab pertanyaan
3.       Menerima reinforcement


Penutup
5 menit
5        menit
1.   Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan untuk mengevaluasi peserta
2.   Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
3.   Mengucapkan salam penutup.
1.       Menjawab pertanyaan
2.       Mendengarkan dan memperhatikan
3.       Menjawab salam.




F.     EVALUASI

Prosedur                 : Test pada akhir penyuluhan
Jenis                        : Lisan
Bentuk                    : Tes subjektif
Alat                         : Tes buatan penyuluhan
1.      Apa yang dimaksud dengan pasien gadar, Safe Community (SC), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dan Public Safety Center (PSC).
2.       Apa yang dimaksud dengan SPGDT sehari-hari?
3.      Apa yang harus diperlukan dalam SPGDT sehari-hari?
4.      Bagaimana sistem pelayanan medik?
5.      Bagaimana pelayanan sehari-hari?

G.    REFERENSI

1.       Seri Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) / General Emergency Life Support (GELS) : Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Cetakan ketiga. Dirjen Bina Yanmed Depkes RI, 2006.
2.       Tanggap Darurat Bencana (Safe Community modul 4). Depkes RI, 2006.
                                Bandung, 1 Januari 2014
                                                                                       Penyuluh


         (                            )

MATERI PENYULUHAN
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)

1.       Pengertian pasien gadar, Safe Community (SC), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dan Public Safety Center (PSC).
·         Pasien gadar merupakan pasien yang berada dalam ancaman kematian dan memerlukan pertolongan segera.
·         Safe Community (SC) : Keadaan sehat dan aman yang tercipta dari, oleh, dan untuk masyarakat. Pemerintah dan teknokrat merupakan fasilitator dan pembina.
·         SPGDT : Sistem penanggulangan pasien gadar yang terdiri dari unsur, pelayanan pra RS, pelayanan di RS dan antar RS. Pelayanan berpedoman pada respon cepat yang menekankan time saving is life and limb saving, yang melibatkan pelayanan oleh masyarakat awam umum dan khusus, petugas medis, pelayanan ambulans gadar dan sistem komunikasi.
·         PSC (Public Safety Center) : Pusat pelayanan yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegadaran, termasuk pelayanan medis yang dapat dihubungi dalam waktu singkat dimanapun berada. Merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, yang bertujuan untuk mendapatkan respons cepat (quick response) terutama pelayanan pra RS.
2.       Pengertian SPGDT sehari-hari.
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sehari-hari merupakan rangkaian upaya pelayanan gawat darurat yang saling terkait yang dilaksananakan ditingkat Pra RS-di RS-antar RS dan terjalin dalam suatu sistem. Tujuan bagaimana agar korban/pasien tetap hidup (survive).
3.       Keperluan SPGDT sehari-hari.
SPGDT sehari-hari memerlukan
a.     Subsistem komunikasi
·         Jejaring penyampaian informasi
·         Jejaring koordinasi
·         Jejaring pelayanan
b.     Subsistem transportasi
c.     Pembinaan (pelatihan/penyuluhan)
4.       Sistem pelayanan medik.
a.       Pra RS, dengan mendirikan PSC, BSB dan pelayanan ambulans dan komunikasi. Brigade Siaga Bencana (BSB) : Satuan tugas kesehatan yang terdiri dari petugas medis (dokter, perawat), paramedik dan awam khusus yang memberikan pelayanan kesehatan berupa pencegahan, penyiagaan maupun pertolongan bagi korban bencana.
b.      Sistem Pelayanan Medik di RS
1)      Perlu sarana, prasarana, BSB, UGD, HCU, ICU, penunjang dll.
2)      Perlu Hospital Disaster Plan, Untuk akibat bencana dari dalam dan luar RS.
3)      Transport intra RS.
4)      Pelatihan, simulasi dan koordinasi adalah kegiatan yang menjamin peningkatan kemampuan SDM, kontinuitas dan peningkatan pelayan medis.
5)      Pembiayaan diperlukan dalam jumlah cukup.
c.       Sistem Pelayanan Medik Antar RS.
1)      Jejaring rujukan dibuat berdasar kemampuan RS dalam kualitas dan kuantitas.
2)      Evakuasi. Antar RS dan dari pra RS ke RS.
3)      Sistem Informasi Manajemen, SIM. Untuk menghadapi kompleksitas permasalahan dalam pelayanan. Perlu juga dalam audit pelayanan dan hubungannya dengan penunjang termasuk keuangan.
4)      Koordinasi dalam pelayanan terutama rujukan, diperlukan pemberian informasi keadaan pasien dan pelayanan yang dibutuhkan sebelum pasien ditranportasi ke RS tujuan.
Hal-hal khusus:
·         Petunjuk Pelaksanaan Permintaan dan Pengiriman bantuan medik dari RS rujukan.
·         Protap pelayanan Gadar di tempat umum.
·         Pedoman pelaporan Penilaian Awal/Cepat.
5.       Pelayanan sehari-hari.
a.       PSC. Didirikan masyarakat untuk kepentingan masyarakat. Pengorganisasian dibawah Pemda. SDM berbagai unsur tsb. ditambah masyarakat yang bergiat dalam upaya pertolongan bagi masyarakat. Biaya dari masyarakat. Kegiatan menggunakan perkembangan teknologi, pembinaan untuk memberdayakan potensi masyarakat, komunikasi untuk keterpaduan kegiatan. Kegiatan lintas sektor. PSC berfungsi sebagai respons cepat penangggulangan gadar.
b.      BSB. Unit khusus untuk penanganan pra RS, khususnya kesehatan dalam bencana. Pengorganisasian dijajaran kesehatan (Depkes, DInkes, RS), petugas medis (perawat, dokter), non medis (sanitarian, gizi, farmasi dll). Pembiayaan dari instansi yang ditunjuk dan dimasukkan APBN/APBD.
c.       Pelayanan Ambulans. Terpadu dalam koordinasi dengan memanfaatkan ambulans Puskesmas, klinik, RB, RS, non kesehatan. Koordinasi melalui pusat pelayanan yang disepakati bersama untuk mobilisasi ambulans terutama dalam bencana.
d.      Komunikasi. Terdiri dari jejaring informasi, koordinasi dan pelayanan gadar hingga seluruh kegiatan berlangsung dalam sistem terpadu.
e.       Pembinaan. Berbagai pelatihan untuk meningkatan kemampuan dan keterampilan bagi dokter, perawat, awam khusus. Penyuluhan bagi awam.